Semarak HUT ke-81 RI, Pawai Budaya Bluto Angkat Pesan Cinta Budaya Nusantara

- Editorial Team

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Bluto, M. Fajar Hidayat, S.IP., M.M. Membuka Pawai Madura di Kecamatan Bluto, Senin (24/08/2026)

Camat Bluto, M. Fajar Hidayat, S.IP., M.M. Membuka Pawai Madura di Kecamatan Bluto, Senin (24/08/2026)

OkeDailyJatim – Semangat melestarikan budaya Nusantara sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air diwujudkan melalui pawai budaya di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Senin (24/8/2026).

Pawai budaya tersebut mengangkat tema “Mencintai Budaya Nusantara sebagai Wujud Cinta Tanah Air Indonesia” dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri Camat Bluto, Forkopimka Bluto, panitia penyelenggara, serta diikuti perwakilan unsur pendidikan, pemerintah desa se-Kecamatan Bluto, dan unsur masyarakat umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Bluto, M. Fajar Hidayat, S.IP., M.M., mengatakan pawai budaya bukan hanya kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum menanamkan nasionalisme sekaligus kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Baca Juga:  Rahasia Selamat Saat Kapal Mengalami Darurat Dibongkar KSOP Kalianget di Hadapan Pelajar

“Pawai budaya ini bertujuan memeriahkan HUT Kemerdekaan sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya Nusantara,” kata M. Fajar Hidayat disela-sela kegiatan.

Ia menilai keberagaman budaya merupakan kekayaan sekaligus identitas bangsa yang harus dijaga bersama. Pelestarian budaya, kata dia, penting dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak kehilangan keterikatan dengan warisan budaya Nusantara.

“Keberagaman budaya adalah bagian dari identitas bangsa. Karena itu, budaya harus terus dikenalkan dan dilestarikan, terutama kepada generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga:  40 Tahun Lebih Mengabdi, Kadis Perikanan Sumenep Pimpin Apel Terakhir sebagai ASN

Menurut Fajar, keterlibatan berbagai unsur dalam pawai tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, dunia pendidikan, pemerintah desa dan masyarakat memiliki peran yang sama dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.

Selain menjadi ruang ekspresi budaya, pawai tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan sosial dan semangat kebersamaan masyarakat. Nuansa kemerdekaan menjadi semakin terasa melalui keterlibatan berbagai elemen dalam kegiatan tersebut.

Di sisi lain, Kecamatan Bluto bersama Forkopimka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan apabila pelaksanaan pawai berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Baca Juga:  Semangat Kemerdekaan dari Gapura, Jalan Sehat HUT RI ke-81 Jadi Ajang Pererat Persaudaraan

“Kami mewakili Forkopimka memohon maaf apabila kegiatan ini menyebabkan kemacetan atau mengganggu aktivitas masyarakat. Kami berharap masyarakat memahami dan mendukung kegiatan ini,” ungkap Camat Fajar.

Fajar berharap pawai budaya dapat menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Indonesia. Semangat tersebut dinilai sejalan dengan nilai kemerdekaan yang terus diwariskan kepada generasi penerus.

Dengan mengusung budaya sebagai bagian dari ekspresi cinta tanah air, pawai budaya Kecamatan Bluto menjadi ruang bersama untuk merawat keberagaman sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat.

Penulis : Zahid Badri

Editor : Thaifur Rasyid

Sumber Berita: OkeDailyJatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jatim.okedaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya
Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional
Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar
Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam
21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan
DPMPTSP Sumenep Gelar Bimtek LKPM, Realisasi Investasi Capai Rp197,4 Miliar
Ada Cerita di Balik Rutan, Batik Catra Kenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Sejak Dini
Belajar Jadi Penumpang yang Selamat, Siswa SMPN 2 Kalianget Antusias Ikuti Edukasi KSOP

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Perpusda Sumenep Kedatangan 60 Siswa Bustanul Ulum Ellak Daya, Ini Misi Wisata Literasinya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Ketua Dharma Wanita Guluk-Guluk Ajak Masyarakat Ramaikan Pasar Tradisional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Perkuat Kompetensi Pendidik, Bidang GTK Disdik Sumenep Libatkan Pengawas, K3S, KKG, KKGO dan KKG PAI dalam Komunitas Belajar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bapenda Sumenep Gelar Capacity Building Pembayaran Pajak Katering Non Tunai di Kecamatan Gayam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

21 Nelayan Tonduk Terseret Badai hingga Perairan Australia, Keluarga Minta Segera Dipulangkan

Berita Terbaru