OkeDailyJatim – Lapangan Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, menjadi pusat kemeriahan pada Rabu malam (21/10/2026). Pembukaan Manding Distrik 2026 oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., menandai momentum kebersamaan dalam peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.
Prosesi pemukulan gong mengawali kegiatan yang disambut antusias masyarakat. Lebih dari sekadar perayaan, Manding Distrik 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara semangat keagamaan, pelestarian budaya, partisipasi generasi muda, dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Di tengah semarak kegiatan, keberadaan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu perhatian. Para pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung sekaligus memperluas jangkauan pemasaran di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengatakan bahwa kekuatan pembangunan daerah bertumpu pada kebersamaan dan kepedulian masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti Manding Distrik 2026 perlu menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menghidupkan semangat gotong royong.
“Manding Distrik 2026 bukan sekadar perayaan, melainkan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong. Saya berharap semangat kebersamaan ini terus terpelihara, tidak hanya selama kegiatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” kata KH. Imam Hasyim.
Momentum Hari Santri Nasional dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep juga dinilai penting untuk memperkuat identitas daerah. Perpaduan nilai keagamaan, budaya, dan persatuan diharapkan menjadi fondasi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan yang terus berkembang.

“Peringatan Hari Santri dan Hari Jadi Sumenep mengingatkan kita bahwa persatuan merupakan modal penting untuk melangkah maju. Dengan saling mendukung dan menjaga kerukunan, kita dapat membangun daerah yang lebih baik serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Usai membuka acara, Imam Hasyim meninjau sejumlah stan UMKM bersama Camat Manding, Slamet Boedihardjo, serta tokoh agama, pemuda, dan warga. Peninjauan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung partisipasi pelaku usaha lokal dalam memeriahkan kegiatan sekaligus menawarkan produk kepada masyarakat.
Kehadiran UMKM memberi warna tersendiri bagi Manding Distrik 2026. Selain memperkenalkan produk unggulan, kegiatan ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membangun hubungan dengan konsumen, memperoleh pelanggan baru, dan meningkatkan transaksi selama acara berlangsung.
“Saya bangga melihat semangat para pelaku UMKM yang terus berusaha mengembangkan produknya. Usaha lokal harus mendapat ruang untuk tumbuh, memperluas pasar, dan meningkatkan kualitas agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat Sumenep,” ungkap KH. Imam Hasyim.
Dukungan terhadap UMKM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Penguatan kualitas produk, inovasi, kemasan yang menarik, serta pemasaran yang lebih luas merupakan sejumlah langkah yang dapat membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya saing dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah, tokoh agama, generasi muda, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sekaligus mendorong kemajuan daerah. Sinergi antarelemen tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan sosial, pelestarian tradisi, serta pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat lebih merata.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, pemuda, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat agar kerukunan tetap terjaga serta potensi daerah dapat dikembangkan untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Manding Distrik 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap Kecamatan Manding dan Kabupaten Sumenep. Semangat Hari Santri Nasional serta peringatan hari jadi daerah diharapkan dapat diterjemahkan menjadi partisipasi nyata dalam menjaga budaya, mengembangkan usaha, dan mendukung pembangunan.
Lebih lanjut, Wabup KH. Imam Hasyim mengajak masyarakat menjaga semangat kebersamaan setelah kegiatan berakhir. Ia berharap seluruh unsur masyarakat terus berkontribusi sesuai perannya agar pertumbuhan ekonomi, keharmonisan sosial, dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan di Kabupaten Sumenep.
“Jangan sampai semangat kebersamaan hanya terasa ketika acara berlangsung. Mari kita buktikan melalui tindakan nyata, dengan saling mendukung, mengembangkan potensi lokal, dan menjaga persatuan demi Sumenep yang semakin maju serta kesejahteraan masyarakat yang semakin baik,” pungkas KH. Imam Hasyim, SH, MH.
Melalui Manding Distrik 2026, semangat peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep diharapkan semakin kuat mengakar di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah membutuhkan persatuan, pelestarian budaya, dan dukungan berkelanjutan terhadap ekonomi rakyat.















